Clock..

Check Day

Cerpen 'Makanan Untuk Emak' Part 3

Minggu, 24 April 2011

KUE KERING KERIPIK KEJU
Bahan:
~ 250 gram tepung terigu
~ 25 gram tepung kanji
~ 50 gram keju cheesy parut
~ 1 butir telur
~ 50 mili santan
~ 50 gram minyak goreng
~ garam secukupnya
~ ½ sendok teh merica bubuk
Cara membuatnya:
1. Aduk tepung terigu, tepung kanji, keju, garam, dan merica bubuk.
2. Tuang telur dan santan lalu uleni sampai kalis.
3. Tambahkan minyak, lalu giling adonan sebesar 1 mm.
4. Potong-potong lalu goreng dalam minyak panas sampai renyah dan kecoklatan.

Wah ... mudah kan? Menurut Lila itu mudah. Kalau begitu, ayo lihat Lila! Ternyata Lila sedang mengemasi makanan-makanan itu. Berarti dua makanan lezat ya untuk Emak? Karena masih setengah jam lagi, jadwal diganti menjadi setengah satu.
Lila pergi ke luar. Dia langsung cepat pergi ke perempatan. Dia melihat Emak disana. Lila lansung segera menghampiri Emak.
“Wah ... Nak Lila ya? Ada apa?” tanya Emak.
“Ini Emak. Lila tadi mencoba memasak. Mungkin masakan Lila nggak enak. Tapi ini untuk Emak. Lila membuat spaghetti dan kue kering. Ini, Emak.”
“Wah .... terima kasih, Nak Lila!”
Setelah itu, nenek langsung memakan masakannya Lila yang tadi belum dicoba. Lila senang sekali karena kata Emak, masakan Lila itu super delicious.

Cerpen 'Makanan Untuk Nenek' Part 2

~ 100 cc minyak goreng
~ Air (secukupnya)
~ 150 gram keju parut
Cara membuat spaghetti:
1. Didihkan air yang dicampur dengan minyak goreng.
2. Rebus spaghetti.
3. Setelah matang, angkat dan tiriskan.
Bahan untuk saos jamur:
~ 500 gram daging giling ~ 500 gram jamur merang
~ 500 gram tomat diblender ~ 3 siung bawang bombay
~ 7 siung bawang putih ~ 2 sendok makan mentega
~ 1 sendok teh lada ~ 2 sendok teh garam
~ 3 sendok teh gula ~ 2 sendok teh oregano
~ 2 lembar daun salam ~ 680 cc saus tomat
~ 100 cc sambal botol (yang mau pedas) ~ 1 buah paprika besar
Cara membuat saus jamur:
1. Panaskan mentega, tumis bawang putih, bawang bombay hingga harum.
2. Masukanlah daging giling, aduk sampai matang. Tambahkan jamur, aduk lagi.
3. Masukkan gula, garam, lada, daun salam, tomat. Aduk sampai sangat rata.
4. Masukkan saus tomat, yang mau pedas, masukkan pula sambal. Aduk sampai mendidih.
5. Tambahkan paprika, aduk sampai layu. Angkat.

Yee ...! Jadi, untuk yang bisa, silahkan membuat. Tinggal disajikan! Mudah kok! Tinggal menyiram spaghetti dengan saus jamur. Lalu, taburi dengan keju parut. Wah ... Lila juga sudah selesai! Dia menyimpan ditudung saji. Teman-teman bisa mencobanya. Tapi minta bantuan orang tua saat memasak ya!
“Bi Tinah! Aku membuat spaghetti! Jangan dimakan ya!”

Lila akan memberikan pada Emak nanti pukul dua siang saja. Karena dia akan membuat kue kering. Ayo lihat buku resep lagi!!!

Cerpen 'Makanan Untuk Nenek' Part 1

Lila mengamati seorang nenek tua yang duduk disebuah batu besar yang berada dibawah pohon dekat jalanan. Dia merelakan waktu bebas untuk jalan-jalan itu terbuang untuk pergi ke nenek itu. Tapi, Lila masih merasa ragu.
Anak seorang yang sangat sukses. Ayahnya seorang pedagang yang bekerja diluar negeri. Ayahnya hanya pulang sebulan sekali dan membawa uang sebesar Rp. 10. 000. 000, 00 dari hasil kerjanya itu. Begitu pula dengan ibunya. Ibunya membuka cabang tempat salon disemua kota. Selain salon, ibunya juga membuka cabang rumah kecantikan. Ibunya hanya pulang sebulan sekali juga. Lila hanya tinggal bersama pemabantu-pembantunya.
Akhirnya Lila memberanikan diri untuk mendekati nenek itu.
“Nenek .... kenapa Nenek ada disini? Mana rumah Nenek?” tanya Lila lembut.
“Nenek tidak punya rumah, Nak! Siapa namamu?” kata Emak.
“Saya Lila. Nenek sudah makan?” tanya Lila lagi.
“Belum. Seminggu ini Emak baru makan satu kali, Nak,” jawab Emak.
Lila merasa iba. Sehari dia harus makan tiga kali. Tapi, Emak bisa tahan hanya satu kali makan dalam seminggu.
“AHA!” teriak Lila senang karena menemukan ide. “Besok Emak tetapa disini kan?”
“Iya.”
“Ya sudah. Kalau begitu, Lila pulang dulu ya! Nanti Lila kesini lagi. Atau besok.”

Emang apa sih ide Lila? O .... ternyata Lila ingin memasak untuk Emak. Pertama, Lila akan membuat spaghetti. Tapi, lihat dibuku resep. He ... he ... he ... memang Lila kan belum jago masak. Ayo lihat resep spaghetti yang mau dibuat oleh Lila!

SPAGHETTI SAOS JAMUR
Bahan untuk spaghetti:
~ 1 kilogram spaghetti

Anak Kecil Pintar Berkarya Luks

Alhamdulillah! Naskahku diterima lagi oleh AKPB luks!!! Tapi sayang, aku belum tau terbit kapan... Hiks ...

You:Ifa!!!! Lagi seneng sneng kok malah nangis!!!!
I :Iya ya. Aku bingung juga jadinya!

Hehehehe

Pingin .... Banget!!!

Kalian tau, naskah aku udah ada yang mau terbit bulan depan, dicetak juga! Tapi aslinya aku pingin ada di toko buku. AKu pingin jadi penulis di penerbit terkenal seperti KKPK, PCPK, CCPK, dll. Aku pun tetap setia menunggu naskahku yang aku kirim ke CCPK. Semoga saja memberi hasil yang membanggakan!!

Naskahku

Sabtu, 23 April 2011

Hari ini aku senang sekali! Mengapa tidak? Naskahku akan diterbitkan! Sekitar bulan depan. Katanya coverku lagi dibuatkan. Dicetak tapi beli lewat pulsa. Hm ... Aku ga sabar!

Cerpen 'Kesabaran Berbuah Benih Untuk Cici' Part 4

Sabtu, 16 April 2011

“Maaf, Peri Hijau. Ini semua salahku, aku menyenggol Cici,” Dica mengaku.
“Tapi itu tanggung jawab Cici. Dan sebagai hukumannya, kamu tak akan berhak mendapat biji lagi!” kata Peri Hijau, lalu langsung menutup pintunya. Cici menangis tersedu-sedu.
“Maafkan aku, Cici,” sesal Dica. Mereka pun pulang.

Sudah seminggu, Cici tak pernah keluar rumah. Dia masih sedih atas kejadian waktu itu. Setiap Dica akan mengambil dan menebarkan biji, Cici tak pernah ikut. Banyak yang menawarkan Cici pekerjaan yang lebih menyenangkan. Tapi Cici menolak. Ia masih bersabar dan berharap untuk menebarkan biji.
Saat itu, Dica sedang pergi menebarkan biji. Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu. Cici membukanya. Tak disangka .... PERI HIJAU!!!
“Eh ... hm ... ada apa, Peri Hijau?” tanya Cici sedikit takut.
“Begini, Cici. Aku mau minta maaf atas kejadian minggu lalu. Memang aku ini keras kepala. Jadi, kamu diterima lagi sebagai penebar biji tanaman liar,” kata Peri Hijau.
“Benarkah?” tanya Cici tak percaya.
“Benar!” jawab Peri Hijau.
“Oh ... terima kasih, Peri Hijau!” kata Cici.

Sejak hari itu, Cici kembali jadi penebar biji. Tentunya, dengan Dica. Hatinya kembali cerah. Yang penting, kita bisa ambil hikmahnya: =SETIAP ORANG HARUS SABAR= Terima kasih.

Cerpen 'Kesabaran Berbuah Benih Untuk Cici' Part 3

Cici dan Dica pun pulang kerumah. Mereka mengambil biji. Lalu mereka keluar rumah. Langit sudah mulai ramai dengan burung-burung yang juga menebarkan biji. Cici dan Dica terbang sambil bergandengan tangan. Mereka mencari tempat seperi lapangan yang belum ada tanaman untuk menebarkan biji itu. Akhirnya mereka sampai ditempat yang luas, tak ada tanaman, serta tak ada yang kesana.
“Apa kita benar, akan menebarkan biji disini?” tanya Cici.
“Ya,” jawab Dica.
“Tapi tempat ini kayak seram,” kata Cici ketakutan.
“Tempat lain sudah penuh, Ci. Lagi pula, kita harus menjalankan kewajiban kita,” kata Dica.
“Kita kan sudah sholat lima waktu,” kata Cici. “Burung gereja hanya spesies. Tapi burungnya juga islam. Hehehe ...”
“Kamu ini!”
Oh, buruknya. Karena Dica menyenggol Cici, jatuhlah bibit Cici ke tempat itu. Cici hanya melihat ke sekitar. Ada tulisan! Isinya: =Tempat Terlarang=
“Waa,” jerit Cici.
“Aduh, Ci. Maaf, biji kamu jadi jatuh. Nggak apa, deh. Yang penting kamu menyelesaikan tugas,” kata Dica seperti tak bersalah.
“Nggak apa gimana? Biji aku masuk ke tempat terlarang!” jerit Cici.
“Kata siapa?” Dica tak percaya.
“Lihat!” perintah Cici sambil menunjuk tulisan yang tadi dilihatnya.
“TEMPAT TERLARANG?!?!?!?” ganti Dica yang menjerit.
“Lihat ulahmu itu. Aku pasti akan kena hukum oleh Peri Hijau!” seru Cici yang hampir menangis.
“Sory,” sesal Dica. Dica lalu mengajak Cici ke rumah Peri Hijau. Di tenah jalan, Dica menjatuhkan bijinya. Akhirnya, mereka sampai ke rumah Peri Hijau. Disana, belum ada yang datang. Dica mengetuk rumah Peri Hijau. Peri Hijau keluar.
“Ternyata kalian!” Peri Hijau marah.
“I ... i ... ya,” kata Cici gugup.
“Kenapa kamu menjatuhkan biji ke tempat terlarang! Itu dilarang!” marahPeri Hijau. Cici hanya diam ketakutan.

Cerpen 'Kesabaran Berbuah Benih Untuk Cici' Part 2

“Ya. Katanya abang yang jual sih,” jawab Cici.
“Emang kamu beli dimana?” tanya Dica.
“Di Bang Dodo Merpati,” jawab Cici.
“Duh ... Cici! Kamu lupa kalau Bang Dodo itu penipu!” seru Dica.
“Nggak apa. Soalnya kalau beli di Bang Dodo gratis. Dompetku lagi kosong, sedangkan pena yang kubeli dari Bang Gido sudah habis,” jelas Cici.
“Ya sudah deh,” balas Dica. Mereka kembali terbang untuk menuju bangunan yang menjadi rumah mereka berdua.
Mereka telah sampai dirumah. Sebuah villa bertingkat dua khusus untuk mereka berdua. Hehehe ... begitu lah rumah indah yang mereka bangun sendiri. Mereka segera pergi ke kamar, lalu langsung pergi tidur. Alias ke alam mimpi ....

Esok paginya, Dica dan Cici berniat olahraga. Olahraga untuk burung adalah dengan cara berjalan mengelilingi suatu tempat. Mereka pun mengelilingi rumah villa mereka yang cukup luas. Huh, akhirnya selesai juga. Mereka langsung mandi.
“Ca, kita ajak Todi dan Gija main yuk,” ajak Cici.
“Tapi, mereka kan usil banget! Nanti biji kamu diambil lho!” tolak Dica.
“Ya sudah, kita simpan saja, biji kita agar tidak di ambil,” bujuk Cici.
“Ide yang bagus!” seru Dica. Mereka langsung menyembunyikan biji mereka di tempat yang hanya mereka yang tau. Mereka pun main ke rumah Todi dulu.
“To, kita main yuk,” ajak Cici.
“Hm .... ok!” balas Todi. Setelah itu, mereka pergi menjemput Gija. Rumah Todi dan Gija memang bersebelahan.
“Gija!” panggil Cici, Dica, dan Todi. Gija pun keluar.
“Eh, kalian. Ayo masuk. Ada perlu apa?” tanya Gija.
“Nggak usah, Ja. Kita main yuk, di taman,” ajak Dica.
“Yuk,” kata Gija. Mereka pun pergi ke taman. Mereka bermain berbagai permainan di taman. Sedangkan Gija, asik membeli makanan.
“Sudahan yuk,” ajak Cici.
“Iya, waktunya menebarkan biji,” kata Dica.
“Ok! Good bye!” Todi dan Gija mengakhiri pertemuan mereka.

Cerpen 'Kesabaran Berbuah Benih Untuk Cici' Part 1

Sore itu, burung-burung gereja bertebangan. Termasuk Cici, seekor burung gereja cilik betina. Dia bergandengan tangan dengan Dica, teman dekatnya. Memang setiap sore, burung gereja pergi untuk menerima benih dari Peri Hijau, peri yg bertugas mengawasi hama seperti tanaman liar dan lumut agar tidak pergi dari tempat yang sudah di tentukan. Peri Hijau memberi para burung gereja benih tanaman liar untuk ditebarkan pada siang hari. Kini mereka telah sampai di kediam Peri Hijau, Hutan Husen. Burung-burung berbaris di depan rumah Peri Hijau. Peri Hijau pun keluar.
“Hai, Teman-teman! Sudah siap?” tanya Peri Hijau. Semua mengangguk.
“Sudah!” balas yang lainnya.
“Seperti biasa, setiap biji sebelum di tebarkan, diberi nama dulu! Setiap orang hanya berhak memegang satu biji! Jika ada yang kehilangan bijinya, cari yang memegang dua biji dan lihat, apakah ada nama kalian? Kalau tidak ada, berati berusahalah untuk mencarinya. Kalau hilang, tak apa, itu tidak terlalu penting!” seru Peri Hujan panjang lebar. Semua mengangguk. Mulailah Peri Hijau membagikan biji. Setelah Cici dan Dica mendapat, mereka langsung menjauh dari kerumunan. Mereka langsung terbang menuju Lapangan Kozusue.
Sesampainya di Lapangan Kozusue ...
“Ci, ada pena nggak?” tanya Dica. Cici mengeluarkan penanya. Disini tak ada bolpoint, melainkan pena. Kalau bolpoint, lebih besar. Jadi burung tak bisa menggunakannya. Kalau pena, bisa dibesarkan, juga dikecilkan sesuai ukuran burung.
“Makasih, Ci,” kata Dica. Cici hanya mengangguk. Dica langsung menulis namanya di biji yang diberi Peri Hijau.
“Kamu langsung kasih nama, Ca?” tanya Cici.
“Ya dong. Nanti kalau hilang, kan sudah ada namanya,” jawab Dica.
“Berikan pena itu padaku!” perintah Cici. Dica menyerahkan pena Cici karena dia pun sudah selesai. Cici menulis namanya.
“Penamu ini permanen bukan?” tanya Dica.

Blog?

Senin, 04 April 2011

Hai teman-teman. Perkenalkan aku Ifa. Lengkapnya sih, Raisya Farizqa Latifa. Aku sangat suka mengarang cerita. Dan beberapa cerita yang aku buat akan aku upload ke blog ini. Juga bagi teman-teman yang mau add aku di facebook namanya Ifa Maniak Buku. ok? selamat berkeliling di blogku yang masih sederhana ini. :)