Clock..

Check Day

Cerpen 'Kesabaran Berbuah Benih Untuk Cici' Part 4

Sabtu, 16 April 2011

“Maaf, Peri Hijau. Ini semua salahku, aku menyenggol Cici,” Dica mengaku.
“Tapi itu tanggung jawab Cici. Dan sebagai hukumannya, kamu tak akan berhak mendapat biji lagi!” kata Peri Hijau, lalu langsung menutup pintunya. Cici menangis tersedu-sedu.
“Maafkan aku, Cici,” sesal Dica. Mereka pun pulang.

Sudah seminggu, Cici tak pernah keluar rumah. Dia masih sedih atas kejadian waktu itu. Setiap Dica akan mengambil dan menebarkan biji, Cici tak pernah ikut. Banyak yang menawarkan Cici pekerjaan yang lebih menyenangkan. Tapi Cici menolak. Ia masih bersabar dan berharap untuk menebarkan biji.
Saat itu, Dica sedang pergi menebarkan biji. Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu. Cici membukanya. Tak disangka .... PERI HIJAU!!!
“Eh ... hm ... ada apa, Peri Hijau?” tanya Cici sedikit takut.
“Begini, Cici. Aku mau minta maaf atas kejadian minggu lalu. Memang aku ini keras kepala. Jadi, kamu diterima lagi sebagai penebar biji tanaman liar,” kata Peri Hijau.
“Benarkah?” tanya Cici tak percaya.
“Benar!” jawab Peri Hijau.
“Oh ... terima kasih, Peri Hijau!” kata Cici.

Sejak hari itu, Cici kembali jadi penebar biji. Tentunya, dengan Dica. Hatinya kembali cerah. Yang penting, kita bisa ambil hikmahnya: =SETIAP ORANG HARUS SABAR= Terima kasih.

0 komentar:

Posting Komentar