Clock..

Check Day

Cerpen 'Kesabaran Berbuah Benih Untuk Cici' Part 3

Sabtu, 16 April 2011

Cici dan Dica pun pulang kerumah. Mereka mengambil biji. Lalu mereka keluar rumah. Langit sudah mulai ramai dengan burung-burung yang juga menebarkan biji. Cici dan Dica terbang sambil bergandengan tangan. Mereka mencari tempat seperi lapangan yang belum ada tanaman untuk menebarkan biji itu. Akhirnya mereka sampai ditempat yang luas, tak ada tanaman, serta tak ada yang kesana.
“Apa kita benar, akan menebarkan biji disini?” tanya Cici.
“Ya,” jawab Dica.
“Tapi tempat ini kayak seram,” kata Cici ketakutan.
“Tempat lain sudah penuh, Ci. Lagi pula, kita harus menjalankan kewajiban kita,” kata Dica.
“Kita kan sudah sholat lima waktu,” kata Cici. “Burung gereja hanya spesies. Tapi burungnya juga islam. Hehehe ...”
“Kamu ini!”
Oh, buruknya. Karena Dica menyenggol Cici, jatuhlah bibit Cici ke tempat itu. Cici hanya melihat ke sekitar. Ada tulisan! Isinya: =Tempat Terlarang=
“Waa,” jerit Cici.
“Aduh, Ci. Maaf, biji kamu jadi jatuh. Nggak apa, deh. Yang penting kamu menyelesaikan tugas,” kata Dica seperti tak bersalah.
“Nggak apa gimana? Biji aku masuk ke tempat terlarang!” jerit Cici.
“Kata siapa?” Dica tak percaya.
“Lihat!” perintah Cici sambil menunjuk tulisan yang tadi dilihatnya.
“TEMPAT TERLARANG?!?!?!?” ganti Dica yang menjerit.
“Lihat ulahmu itu. Aku pasti akan kena hukum oleh Peri Hijau!” seru Cici yang hampir menangis.
“Sory,” sesal Dica. Dica lalu mengajak Cici ke rumah Peri Hijau. Di tenah jalan, Dica menjatuhkan bijinya. Akhirnya, mereka sampai ke rumah Peri Hijau. Disana, belum ada yang datang. Dica mengetuk rumah Peri Hijau. Peri Hijau keluar.
“Ternyata kalian!” Peri Hijau marah.
“I ... i ... ya,” kata Cici gugup.
“Kenapa kamu menjatuhkan biji ke tempat terlarang! Itu dilarang!” marahPeri Hijau. Cici hanya diam ketakutan.

0 komentar:

Posting Komentar