Clock..

Check Day

Cerpen 'Kesabaran Berbuah Benih Untuk Cici' Part 2

Sabtu, 16 April 2011

“Ya. Katanya abang yang jual sih,” jawab Cici.
“Emang kamu beli dimana?” tanya Dica.
“Di Bang Dodo Merpati,” jawab Cici.
“Duh ... Cici! Kamu lupa kalau Bang Dodo itu penipu!” seru Dica.
“Nggak apa. Soalnya kalau beli di Bang Dodo gratis. Dompetku lagi kosong, sedangkan pena yang kubeli dari Bang Gido sudah habis,” jelas Cici.
“Ya sudah deh,” balas Dica. Mereka kembali terbang untuk menuju bangunan yang menjadi rumah mereka berdua.
Mereka telah sampai dirumah. Sebuah villa bertingkat dua khusus untuk mereka berdua. Hehehe ... begitu lah rumah indah yang mereka bangun sendiri. Mereka segera pergi ke kamar, lalu langsung pergi tidur. Alias ke alam mimpi ....

Esok paginya, Dica dan Cici berniat olahraga. Olahraga untuk burung adalah dengan cara berjalan mengelilingi suatu tempat. Mereka pun mengelilingi rumah villa mereka yang cukup luas. Huh, akhirnya selesai juga. Mereka langsung mandi.
“Ca, kita ajak Todi dan Gija main yuk,” ajak Cici.
“Tapi, mereka kan usil banget! Nanti biji kamu diambil lho!” tolak Dica.
“Ya sudah, kita simpan saja, biji kita agar tidak di ambil,” bujuk Cici.
“Ide yang bagus!” seru Dica. Mereka langsung menyembunyikan biji mereka di tempat yang hanya mereka yang tau. Mereka pun main ke rumah Todi dulu.
“To, kita main yuk,” ajak Cici.
“Hm .... ok!” balas Todi. Setelah itu, mereka pergi menjemput Gija. Rumah Todi dan Gija memang bersebelahan.
“Gija!” panggil Cici, Dica, dan Todi. Gija pun keluar.
“Eh, kalian. Ayo masuk. Ada perlu apa?” tanya Gija.
“Nggak usah, Ja. Kita main yuk, di taman,” ajak Dica.
“Yuk,” kata Gija. Mereka pun pergi ke taman. Mereka bermain berbagai permainan di taman. Sedangkan Gija, asik membeli makanan.
“Sudahan yuk,” ajak Cici.
“Iya, waktunya menebarkan biji,” kata Dica.
“Ok! Good bye!” Todi dan Gija mengakhiri pertemuan mereka.

0 komentar:

Posting Komentar